Selasa, 12 Agustus 2014

KETIKA CINTA MENGUJI KEIMANANKU


Oleh : YENI HERLIANA YOSHIDA

Ini adalah pengalamanku ketika aku masih SMA berusia 16 tahun ketika itu aku masih duduk di bangku kelas 1. aku jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran bagiku dan aku jadikan ke dalam sebuah cerpen. selamat membaca semoga bermanfaat.

Belajar dari pengalamanku sebelum-sebelumnya ketika aku akan memiliki pasangan, tentunya aku harus tahu dulu siapa dia dan bagaimana dia. Ya walau usiaku masih 16 tahun tapi aku merasa aku sudah cukup untuk mengenal CINTA. Karena di usiaku yang ke 16 tahun ini aku sudah bisa membedakan mana cinta yang halal dan mana cinta yang haram. Maksudnya cinta yang halal adalah cinta yang sesuai dengan aturan agama tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Dan cinta yang haram adalah kebalikannya dari cinta yang halal.

Pada saat usiaku sudah menginjak 16 tahun , aku mulai merasakan lagi jatuh cinta. Tapi kali ini berbeda dari yang sebelumnya. Kali ini cinta itu datang perlahan dan tak pernah ku duga sebelumnya. Karena aku pada saat itu tidak ingin dekat dulu dengan  laki-laki. Karena aku masih menikmati “sendiri”. Disaat aku menikmati masa-masa terindahku saat “sendiri”, tiba-tiba datang seorang secret admire yang menghantui aku. Aku tidak tahu sama sekali tentang laki-laki itu dan aku tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapa pun termasuk sahabat karib ku sekalipun. Awal dari semua itu adalah ketika aku sedang baca buku dikamarku tiba-tiba ponselku berdering dan itu dering sms dan pada saatku buka ternyata pesan dari orang yang tak ku kenal nomornya no name. Dan aku pun mengacuhkannya tapi orang itu tak henti-hentinya menghubungiku. Akhirnya aku pun kesal dan ku tanyakan mau dia itu apa. Dan dia pun membalas kalau dia itu seorang laki-laki yang sudah lama tahu semua tentang aku dan sudah lama dia ingin mengenalku. Aku pun mengacuhkannya lagi dan menanggap kalau dia itu seorang laki-laki yang aneh. Tapi dia tidak pernah berhenti untuk menghubungiku, dan bahkan dia sekarang lebih banyak lagi mengirimku pesan setiap harinya.

Dengan rasa kesal aku tanya mau dia apa? Dan jawaban dia simple, dia hanya ingin mengenal aku saja. Setelah aku pikir-pikir lagi ya sudah aku izinkan dia untuk mengenal aku. Tapi itupun aku sangat berhati-hati dengan orang itu, karena aku sama sekali tidak tahu siapa dia. Setelah aku mengizinkan dia untuk mengenal aku, dia pun meyakinkan aku kalau dia tidak akan menyakitiku ataupun membohongiku. Lalu aku tanyakan padanya tahu darimana nomorku serta namaku ? Dia bilang kalau untuk itu dia tidak bisa mengatakannya karena dia sudah janji pada seseorang tak akan mengatakan hal ini kepadaku. Aku pun semakin takut dan curiga ketika dia tahu semua tentang aku, mulai dia tahu aku rumahnya dimana, SMP ku dimana bahkan dia tahu SMA ku dimana. Tapi entah mengapa aku tak pernah mau menceritakan hal ini kepada siapapun. Sampai pada suatu ketika dia memohon padaku agar aku tidak mengacuhkannya terus dan dia berjanji akan menunjukkan siapa dia sebenarnya padaku. Dan aku pun mempercayainya. Hingga pada akhirnya aku pun luluh dan mau menerima dia sebagai temanku. Dari situ aku dan dia berteman , walau sejujunya aku tidak tahu siapa dia dan rupa dia. Aku hanya tahu namanya saja pada saat itu. Lama-lama aku kan dia sering teleponan , kalau dari suaranya aku memprediksi dia itu seumuran denganku. Ya tapi entahlah. Dan suatu hari entah ada angin apa aku tiba-tiba menanyakan sekolah dia dimana.

“kalau boleh tahu kamu sekolah dimana ?” tanyaku padanya.
“Oh.. aku udah lulus.”
Oh berarti dia sekarang sudah kerja atau mungkin dia kuliah pikirku. Lalu aku bertanya lagi,

“Oh berarti kakak sekarang kuliah atau kerja ? maaf ya aku jadi panggil kakak karena ternyata kamu lebih dewasa dari aku.” Tak lama dia pun membalas.
“iya gak apa-apa. Aku dibilang kerja tapi kaya lagi bukan kerja dan aku tahun ini baru mau kuliah.” Jawabnya. Aku pun bingung dengan jawabannya lalu aku pun bertanya lagi karena saking penasarannya dia itu siapa.

“maksudnya kakak baru lulus SMA tahun kemarin ? dan sekarang kakak lagi magang kerja gitu ?” tanyaku padanya karena saking penasarannya. Dan dia pun membalas pesanku , dan jujur saja membuatku hampir tak percaya dan aku pun sangat kaget.

“hehe bukan itu semua salah. Jadi sebenernya aku udah kuliah dan udah lulus 2tahun yang lalu. Dan tahun ini aku mau melanjutkan pendidikan aku ke jenjang S2.”

Sontak jawaban yang dia berikan sama sekali tak pernah terpikir olehku selama ini. Ternyata dia sangat tua dari apa yang aku pikirkan selama ini. Dan dia bilang dia akan melanjutkan ke S2 pendidikannya. Dan yang ada dibenak aku, kenapa laki-laki seperti dia yang bisa dibilang tua kenapa begitu ingin mengenal aku bocah 16 tahun yang masih SMA kelas 1 ? hatiku pun bertanya-tanya, ya Allah apa maksud semua ini ? Beri aku jawaban ya Allah.

Setelah 3bulan aku mengenal dia, dia pun ingin bertemu langsung denganku. Setelah aku pikir-pikir akhirnya aku pun setuju untuk bertemu dengannya. Walau sebenarnya aku ragu dan takut. Dan dia pun mengajakku bertemu di salah satu mall dekat rumah ku. Namun tiba-tiba dia membatalkan janjinya untuk bertemu denganku. Dengan alasan dia ada kepentingan mendadak yang entah apa kepentingannya.

Hari itu aku pulang sore dari sekolah karena ada tugas bersama kelompokku yang harus aku selesaikan bersama teman-temanku disekolah. Dan aku pun pulang sekitar pukul 3 sore dari sekolah. Aku pulang sendiri karena teman-teman yang lain mau makan dulu dikantin sekolah. Ketika aku beberapa langkah keluar gerbang sekolah dari belakang ada seseorang yang rupanya sedang mengikuti aku. Aku pun takut dan ku percepat langkah kakiku. Tiba-tiba orang itu memanggil namaku. Dan reflex aku pun menengok ke arah belakang. 

Aku tiba-tiba bengong dan heran saat aku melihat orang itu. “siapa dia ?” tanyaku dalam hati. Dan semakin dekat orang itu menghampiriku, lalu dia tersenyum padaku sambil mengulurkan tangan “hai apa kabar ?” sapanya apadaku.

Aku pun seperti orang kebingungan akhirnya.

 Lalu aku jawab “iya baik”. Lalu aku spontan bertanya “maaf mas siapa ya ? kenapa mas bisa mengenal saya ? apa mas salah orang ?” tanyaku heran.

Dia hanya tersenyum mendengar pertanyaanku. Lalu dia mengulurkan lagi tangannya
“ini aku (MR.J inisial nama laki-laki itu) yang selama ini sering hubungi kamu masa kamu lupa ?” Tanya dia padaku sambil tersenyum.

"APA ? ini MR.J ? sungguh aku tak percaya kenapa dia bisa ada di daerah sekolahku ? bahaya kalau ada yang lihat aku." Ujarku dalam hati.

“oh kak J , aku kira orang jahat. Oh iya kenapa bisa ada di daerah sekolah aku? Kakak tau darimana aku baru pulang ?” tanyaku heran.

“kamu lupa kan tadi aku sms kamu nanyain apa kamu udah pulang apa belum ? dan kamu bilang belum , dan karena aku tahu kamu sekolah dimana jadi sengaja aku datang kesini bikin kejutan buat kamu. Karena kemarin kan aku ngajak ketemu tapi gak jadi. Ya jadinya sekarang aku datangin sekolah kamu. Oh iya by the way kamu kalau pakai seragam kaya anak SMP loh kecil banget hehe”

Dan ternyata aku lupa kalau tadi dia sempat menghubungiku dan bertanya aku pulang kapan , lalu aku memberitahunya. Dan sekarang dia malah mengejekku seperti anak SMP.

“oh iya lupa kak. Kakak kesini pake apa ? kakak naik angkot ? kakak sendirian ?” tanyaku heran karena daritadi aku tak melihat dia membawa teman ataupun kendaraan.

“oh engga aku sendiri. Aku bawa mobil itu mobilnya aku parkir didepan sekolah kamu disebrangnya. Makanya aku tau kamu udah keluar. Oh iya aku anter pulang ya sekalian aku mau ke mall yang deket rumah kamu.”

“aduh kak gak usah ngerepotin aku pulang sendiri aja.” Jawabku. Jujur aku masih takut karena ini pertama kalinya aku di ajak oleh seseorang yang usianya lebih tua bahkan sangat tua dariku. Aku takut ada temanku yang melihat, aku takut disangka pacaran dengan mas-mas. Namun karena dia memaksa terus dan aku takut ada teman yang melihat akhirnya aku terima ajakannya.

Setelah sampai dirumah aku masih tak percaya kenapa laki-laki dewasa seperti dia yang bisa di kategorikan sebagai “mas-mas” kenapa bisa ingin mengenal aku bocah 16 tahun yang baru kelas 1 SMA ? Dilihat dari fisik kenapa dia itu seperti lumayan tampan, matanya agak sipit,kulit yang bisa dibilang lumayan putih dan badan yang tinggi serta berkacamata. Makanya tak salah kalau aku sebut dia seperti mas-mas karena sesuai dengan penampilannya. Jangan-jangan dia punya niat jahat sama aku. Ya Allah lindungi aku, aku takut. Ucapku dalam hati.

Setelah 3 bulan aku mengenal MR.J entah kenapa aku jadi senang tiap kali dia menghubungiku dan aku rasanya gelisah jika dia belum menghubungiku. Ya Allah sebetulnya aku ini kenapa ? apa aku mulai menyukainya ? ya Allah itu tidak mungkin masa aku menyukai laki-laki yang usianya jauh denganku. Walau aku tidak tahu pasti berapa perbedaan usiaku dengan dia. Selama 3 bulan aku mengenal dia belum pernah aku bertanya detail tentang dia, usia dia, dimana rumah dia, bekerja dimana dia,  dan lulusan perguruan tinggi mana dia. Tapi entah mengapa sekarang aku mulai muncul rasa penasaran yang amat sangat. “Kenapa aku ini ?” tanyaku dalam hati.

 Dan tiba-tiba lamunanku dibuyarkan oleh suara ponselku dan ternyata itu adalah pesan dari MR.J, lalu aku pun to the point menanyakan semua pertanyaan yang selama ini tak pernah aku tanyakan. Setelah aku cari tahu informasi dari MR.J itu ternyata dia membuatku kaget lagi. Perbedaan usiaku dan dia ternyata bukan main, usiaku dan dia terpaut 8 tahun. Usiaku masih 16 tahun dan dia sudah berusia 24 tahun.” Ya Allah apa maksud dari semua ini ? sebetulnya dia siapa ?” dan akupun menanyakan dia itu lulusan perguruan tinggi mana dan sarjana apa ? ternyata dia cukup baik prestasinya, dia lulusan salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung dan dia adalah seorang sarjana ekonomi dan rencananya dia akan melanjutkan S2 nya memilih manajemen.

Setelah begitu lama proses aku berkenalan dengan dia, ternyata tidak bisa dipungkiri lagi bahwa aku memang telah menyukainya. Aku pun tak mengerti kenapa aku bisa menyukainya. Padahal dari awal aku tidak tertarik sama sekali pada laki-laki yang usianya lebih tua dariku apalagi sampai 8 tahun. Malam minggu itu aku tak bisa tidur, tiba-tiba sekitar pukul 11 malam MR.J menelponku. Ditelepon itu kami asyik bercanda tertawa bahkan saling ejek. Tapi tiba-tiba jadi saling diam, lalu dia memulia bicara lagi dan kali ini yang dia sampaikan sangat serius. Dan aku pun terbawa suasana menjadi serius.

“aku mau serius kali ini sama kamu. Ada yang ingin aku sampaikan sejak lama sama kamu. Pertama kali aku liat kamu gak tau kenapa aku tiba-tiba penasaran pingin kenal sama kamu. Dan setelah aku cerita sama seseorang yang ternyata dia mengenal kamu dan tahu kamu, aku minta izin untuk kenal sama kamu. Dan akhirnya dia izinin aku untuk mengenal kamu tapi dengan syarat aku gak boleh kasih tau orangnya sama kamu. Dan sekarang aku bisa mengenal kamu. Mungkin ini saatnya aku jujur sama kamu kalau sebenarnya aku punya rasa lebih sama kamu. Aku suka sama kamu. Kamu mau kan jadian sama aku ?”

Lagi-lagi dia membuatku kaget ! bahkan ini tak pernah ku duga sebelumnya kalau dia akan menyukaiku. Ya Allah apa ini rencanamu ? jujur pada saat itu aku bingung. Antara senang karena aku juga menyukainya dan di sisi lain aku ragu dan merasa belum yakin karena dari usia saja sudah jelas dia sangat tua dariku. Dan dengan bismillah aku yakinkan hati aku untuk memilih dia. Dan di hari itu aku dan dia resmi jadian. Karena baru awal-awal jadian aku mulai berani bertanya banyak tentang dia begitupun dengan dia. Dan aku pun sekarang tahu kenapa dia bisa menyukai aku.

Awalnya dia bilang kalau aku ini perempuan yang apa adanya dalam segi penampilan lebih natural dan jadi diri aku sendiri dan aku secara fisik ideal walaupun badan aku kecil tapi aku tetap terlihat cantik kata dia. Awalnya dia hanya mengagumiku saja dan dia kagum karena aku pandai menulis dan membuat puisi yang menurut dia tak semua orang bisa menulis puisi termasuk dia tak bisa menulis puisi. Dan satu hal yang tidak pernah aku tahu ternyata dia mempunyai sebuah show room mobil. Show room itu milik ayahnya , tapi karena kini dia sudah lulus sarjana ayahnya mempercayakan bisnis itu padanya. Karena ke asyikan berbincang tak terasa sudah adzan isya dan aku pun mengakhiri obrolan itu di handphone dengan dia. Dan dia malah mempersilahkan aku untuk sholat isya. Padahal aku juga sama-sama mengajak dia sholat isya tapi dia malah mengakhiri panggilan. Ya sudah aku pun tak mempedulikannya mungkin dia siap-siap untuk sholat. Setelah selesai sholat aku menghubungi dia lebih dulu karena aku bilang aku mau belajar dahulu. 

Dan aku pun iseng bertanya “kakak udah sholatnya ?” tanyaku lewat telepon dan dia pun menjawab sambil sedikit tertawa “aku gak mungkin sholat karena aku bukan penganut muslim”
Apa ? aku tak salah dengar ? dia bukan muslim ? ya Allah apa ini benar ?
“oh maaf aku kira kakak muslim. Maaf.”

Dengan santai dia menjawab “iya gak apa-apa” lalu aku pun langsung mengakhiri panggilan. Aku masih tak percaya kalau dia tak satu keyakinan. Aku antara marah,kecewa dan cinta menjadi satu. “kenapa bukan dari awal aku tahu siapa kamu dan keyakinan kamu ? sekarang semuanya sudah terlanjur, aku sudah cinta kepadanya ya Allah. Kalau orangtuaku sampai tahu hal ini aku yakin pasti mereka marah besar. Karena dia tidak satu keyakinan dan orangtuaku menentang itu.” Ucapku dalam hati.

Setelah aku tahu kalau dia tidak satu keyakinan, aku jadi ragu untuk melanjutkan hubungan aku dengan dia. Walau pada saat itu usiaku masih terbilang bocah 16 tahun, tapi aku tahu kalau aku terus melanjutkan hubungan ini dengan dia aku yakin rasa cintaku padanya akan semakin tambah besar. Oleh sebab itu aku harus bertindak. Dan pada hari minggu aku bertemu dengan dia, dia mengajakku untuk makan siang bersama. Dan aku terima ajakan dia dan aku pikir ini adalah momen yang pas untuk bicara. Singkat cerita aku dan dia pun sudah ada disebuah tempat makan di dago. Setelah selesai makan aku pun menjelaskan semuanya yang pada intinya kalau orangtuaku pasti menentang kalau aku memiliki hubungan dengan laki-laki berbeda keyakinan. Dia pun mengerti maksudku.

 Dan dia bilang kalau nanti aku dan dia sampai menikah dia mau masuk muslim. Tapi entah kenapa aku bukannya senang aku malah ragu, aku ragu takut dia bohong. Ya Allah aku harus bagaimana ? apakah aku harus mengorbankan cinta aku ? tapi aku sangat mencintainya ya Allah.

Selama menjalani hubungan dengan dia, bisa dibilang hubungan aku dan dia terbilang baik. Namun tetap saja ada yang mengganjal dihatiku karena aku mulai ragu untuk melanjutkan hubungan dengan dia. Hingga pada suatu hari aku telah memliki keputusan yang aku kira ini adalah keputusan yang paling tepat dan aku yakin ini adalah jawaban dari Allah atas keraguanku selama ini. Aku pun memilih untuk mengakhiri hubunganku dengan dia. Dia awalnya tidak mau putus denganku, dan dia pun memohon padaku untuk tidak mengakhiri semuanya, dia begitu mencintaiku. Namun keputusanku sudah bulat, aku harus segera mengakhiri hubunganku dengan dia sebelum semuanya terlambat. Jika aku terus menjalin hubungan dengan dia, aku takut rasa ini semakin jauh. Aku takut terlalu mencintainya. Dan aku takut ada hal-hal yang tidak aku inginkan contohnya seperti aku tergoda oleh cinta dan pada akhirnya aku tergoda mengikuti keyakinannya. Nauzubillah. Selain karena perbedaan keyakinan, aku pun merasa belum siap punya pasangan yang usianya sangat tua dariku. Bahkan dia itu lebih cocok sebagai kakakku, bukan sebagai pasanganku.

 Dan kini aku pun harus merelakan cintaku pergi dan meninggalkan orang yang aku cintai demi sebuah keyakinanku dan aku tak ingin orangtuaku tahu tentang ini. Karena selama aku menjalin hubungan dengan dia, dia pernah menyinggung kalau dia ingin bertemu dengan orangtuaku. Lalu aku tanya ada apa ingin bertemu dengan orangtuaku? Lalu dia bilang kalau dia hanya ingin mengenal aku lebih jauh dan meminta izin kepada orantuaku untuk menjalin hubungan dengannku. Tapi aku tak pernah mengizinkannya untuk kerumahku. Karena aku tak ingin orangtuaku tahu hal ini. Kebersamaanku selama 1 bulan memiliki hubungan khusus dengan dia, bisa dibilang aku dan dia jarang bertemu. Karena dia sibuk dengan pekerjaannya. Tapi aku malah senang karena dia tidak memaksaku untuk bertemu orangtuaku. Aku tahu mengapa dia begitu memaksaku untuk bertemu orangtuaku, karena dia menanggap aku ini sudah dewasa.

Jadi dia pun ingin menjalin hubungan layaknya seusia dia. Tapi aku justru tidak siap dengan semua itu, karena tiap kali dia menelpon dia selalu membahas tunangan. Padahalkan aku dan dia belum lama pacaran. Dan aku belum pernah terpikir tentang itu. Dan setelah aku putus dengan dia, entah kenapa rasa cintaku begitu cepat hilangnya. Mungkin kalau perempuan lain memiliki pasangan seperti MR.J yang memiliki banyak kelebihan dan bisa dibilang sudah cukup lumayan dalam kariernya, mungkin enggan untuk melepaskannya walau keyakinannya berbeda. Tapi yang ada dibenakku saat itu adalah aku memikirkan kedepannya. Kalau aku terus melanjutkan hubungan itu dengan dia, apakah dia bisa menjadi imamku yang baik ? secara pendidikan memang sangat bagus, tapi secara keyakinan apa mungkin dia menjadi imamku ? itu yang selama ini ada dihatiku begitu banyak keraguan tentang dia. Bahkan sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa dia begitu menginginkan aku yang masih bocah berusia 16 tahun ? padahal dia bisa saja mencari pasangan yang seumuran dengan dia bukan anak kecil sepertiku. Setelah aku putus dengan dia, setahun kemudian tepatnya ketika usiaku 3 bulan mau menjelang 17 tahun dia mengabariku kalau dia akan segera menikah karena telah memiliki tunangan.

Lega aku rasanya karena dia tak mengejar-ngejarku lagi. Tapi 6 bulan kemudian dia bilang padaku kalau dia tidak jadi menikah karena tunangannya itu ternyata selingkuh. Kasihan dia. Dia tiap menghubungiku selalu memakai nomor pribadi saja karena dia bilang tidak ingin aku tahu.
Itulah pengalaman pribadiku yang tak pernah ada orang lain yang tahu.

Aku pernah menjalin hubungan dengan laki-laki yang usianya lebih tua dariku dan dia berbeda keyakinan denganku. Ternyata sekarang aku tahu jawabannya mengapa Allah mempertemukan aku dengan dia. Allah ingin menguji imanku. Sampai dimana aku mempertahankan imanku.

Makanya Allah menjadikan dia sebagai ujian untukku. Memberikan laki-laki yang sudah dewasa,sarjana bahkan sudah cukup mapan dengan mempunyai usaha sendiri dalam pekerjaannya. Dan alhamdulillah aku berhasil melewati ini semua. Aku tetap mempertahankan keyakinanku dan aku lebih memilih merelakan cintaku pergi demi sebuah keyakinanku. Aku tidak mau menjadikan cinta yang Allah beri untukku menjadi cinta yang buta. Yang tergoda oleh harta dan jabatan. Dan bagiku ini cukup menjadi pengalaman yang luar biasa.

2 komentar: