Oleh : YENI HERLIANA YOSHIDA
Ini adalah pengalamanku ketika aku masih SMA berusia 16 tahun ketika itu aku masih duduk di bangku kelas 1. aku jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran bagiku dan aku jadikan ke dalam sebuah cerpen. selamat membaca semoga bermanfaat.
Belajar dari
pengalamanku sebelum-sebelumnya ketika aku akan memiliki pasangan, tentunya aku
harus tahu dulu siapa dia dan bagaimana dia. Ya walau usiaku masih 16 tahun
tapi aku merasa aku sudah cukup untuk mengenal CINTA. Karena di usiaku yang ke
16 tahun ini aku sudah bisa membedakan mana cinta yang halal dan mana cinta
yang haram. Maksudnya cinta yang halal adalah cinta yang sesuai dengan aturan
agama tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Dan cinta yang haram
adalah kebalikannya dari cinta yang halal.
Pada saat usiaku sudah
menginjak 16 tahun , aku mulai merasakan lagi jatuh cinta. Tapi kali ini
berbeda dari yang sebelumnya. Kali ini cinta itu datang perlahan dan tak pernah
ku duga sebelumnya. Karena aku pada saat itu tidak ingin dekat dulu dengan laki-laki. Karena aku masih menikmati
“sendiri”. Disaat aku menikmati masa-masa terindahku saat “sendiri”, tiba-tiba
datang seorang secret admire yang
menghantui aku. Aku tidak tahu sama sekali tentang laki-laki itu dan aku tidak
pernah menceritakan hal ini kepada siapa pun termasuk sahabat karib ku
sekalipun. Awal dari semua itu adalah ketika aku sedang baca buku dikamarku
tiba-tiba ponselku berdering dan itu dering sms dan pada saatku buka ternyata
pesan dari orang yang tak ku kenal nomornya no
name. Dan aku pun mengacuhkannya tapi orang itu tak henti-hentinya
menghubungiku. Akhirnya aku pun kesal dan ku tanyakan mau dia itu apa. Dan dia pun
membalas kalau dia itu seorang laki-laki yang sudah lama tahu semua tentang aku
dan sudah lama dia ingin mengenalku. Aku pun mengacuhkannya lagi dan menanggap
kalau dia itu seorang laki-laki yang aneh. Tapi dia tidak pernah berhenti untuk
menghubungiku, dan bahkan dia sekarang lebih banyak lagi mengirimku pesan
setiap harinya.
Dengan rasa kesal aku
tanya mau dia apa? Dan jawaban dia simple, dia hanya ingin mengenal aku saja.
Setelah aku pikir-pikir lagi ya sudah aku izinkan dia untuk mengenal aku. Tapi
itupun aku sangat berhati-hati dengan orang itu, karena aku sama sekali tidak
tahu siapa dia. Setelah aku mengizinkan dia untuk mengenal aku, dia pun
meyakinkan aku kalau dia tidak akan menyakitiku ataupun membohongiku. Lalu aku
tanyakan padanya tahu darimana nomorku serta namaku ? Dia bilang kalau untuk
itu dia tidak bisa mengatakannya karena dia sudah janji pada seseorang tak akan
mengatakan hal ini kepadaku. Aku pun semakin takut dan curiga ketika dia tahu
semua tentang aku, mulai dia tahu aku rumahnya dimana, SMP ku dimana bahkan dia
tahu SMA ku dimana. Tapi entah mengapa aku tak pernah mau menceritakan hal ini
kepada siapapun. Sampai pada suatu ketika dia memohon padaku agar aku tidak
mengacuhkannya terus dan dia berjanji akan menunjukkan siapa dia sebenarnya
padaku. Dan aku pun mempercayainya. Hingga pada akhirnya aku pun luluh dan mau
menerima dia sebagai temanku. Dari situ aku dan dia berteman , walau sejujunya
aku tidak tahu siapa dia dan rupa dia. Aku hanya tahu namanya saja pada saat
itu. Lama-lama aku kan dia sering teleponan , kalau dari suaranya aku
memprediksi dia itu seumuran denganku. Ya tapi entahlah. Dan suatu hari entah
ada angin apa aku tiba-tiba menanyakan sekolah dia dimana.
“kalau boleh tahu kamu sekolah dimana ?” tanyaku
padanya.
“Oh.. aku udah lulus.”
Oh berarti dia sekarang sudah kerja atau mungkin dia
kuliah pikirku. Lalu aku bertanya lagi,
“Oh berarti kakak sekarang kuliah atau kerja ? maaf
ya aku jadi panggil kakak karena ternyata kamu lebih dewasa dari aku.” Tak lama
dia pun membalas.
“iya gak apa-apa. Aku dibilang kerja tapi kaya lagi
bukan kerja dan aku tahun ini baru mau kuliah.” Jawabnya. Aku pun bingung
dengan jawabannya lalu aku pun bertanya lagi karena saking penasarannya dia itu
siapa.
“maksudnya kakak baru lulus SMA tahun kemarin ? dan
sekarang kakak lagi magang kerja gitu ?” tanyaku padanya karena saking penasarannya.
Dan dia pun membalas pesanku , dan jujur saja membuatku hampir tak percaya dan
aku pun sangat kaget.
“hehe bukan itu semua salah. Jadi sebenernya aku
udah kuliah dan udah lulus 2tahun yang lalu. Dan tahun ini aku mau melanjutkan
pendidikan aku ke jenjang S2.”
Sontak jawaban yang dia
berikan sama sekali tak pernah terpikir olehku selama ini. Ternyata dia sangat
tua dari apa yang aku pikirkan selama ini. Dan dia bilang dia akan melanjutkan
ke S2 pendidikannya. Dan yang ada dibenak aku, kenapa laki-laki seperti dia
yang bisa dibilang tua kenapa begitu ingin mengenal aku bocah 16 tahun yang
masih SMA kelas 1 ? hatiku pun bertanya-tanya, ya Allah apa maksud semua ini ?
Beri aku jawaban ya Allah.
Setelah 3bulan aku mengenal dia, dia pun ingin
bertemu langsung denganku. Setelah aku pikir-pikir akhirnya aku pun setuju
untuk bertemu dengannya. Walau sebenarnya aku ragu dan takut. Dan dia pun
mengajakku bertemu di salah satu mall dekat rumah ku. Namun tiba-tiba dia
membatalkan janjinya untuk bertemu denganku. Dengan alasan dia ada kepentingan
mendadak yang entah apa kepentingannya.
Hari itu aku pulang
sore dari sekolah karena ada tugas bersama kelompokku yang harus aku selesaikan
bersama teman-temanku disekolah. Dan aku pun pulang sekitar pukul 3 sore dari
sekolah. Aku pulang sendiri karena teman-teman yang lain mau makan dulu
dikantin sekolah. Ketika aku beberapa langkah keluar gerbang sekolah dari
belakang ada seseorang yang rupanya sedang mengikuti aku. Aku pun takut dan ku
percepat langkah kakiku. Tiba-tiba orang itu memanggil namaku. Dan reflex aku
pun menengok ke arah belakang.
Aku tiba-tiba bengong dan heran saat aku melihat
orang itu. “siapa dia ?” tanyaku dalam hati. Dan semakin dekat orang itu
menghampiriku, lalu dia tersenyum padaku sambil mengulurkan tangan “hai apa
kabar ?” sapanya apadaku.
Aku pun seperti orang kebingungan akhirnya.
Lalu aku
jawab “iya baik”. Lalu aku spontan bertanya “maaf mas siapa ya ? kenapa mas
bisa mengenal saya ? apa mas salah orang ?” tanyaku heran.
Dia hanya tersenyum mendengar pertanyaanku. Lalu dia
mengulurkan lagi tangannya
“ini aku (MR.J inisial nama laki-laki itu) yang
selama ini sering hubungi kamu masa kamu lupa ?” Tanya dia padaku sambil
tersenyum.
"APA ? ini MR.J ? sungguh aku tak percaya kenapa dia
bisa ada di daerah sekolahku ? bahaya kalau ada yang lihat aku." Ujarku dalam
hati.
“oh kak J , aku kira orang jahat. Oh iya kenapa bisa
ada di daerah sekolah aku? Kakak tau darimana aku baru pulang ?” tanyaku heran.
“kamu lupa kan tadi aku sms kamu nanyain apa kamu
udah pulang apa belum ? dan kamu bilang belum , dan karena aku tahu kamu
sekolah dimana jadi sengaja aku datang kesini bikin kejutan buat kamu. Karena
kemarin kan aku ngajak ketemu tapi gak jadi. Ya jadinya sekarang aku datangin
sekolah kamu. Oh iya by the way kamu kalau pakai seragam kaya anak SMP loh
kecil banget hehe”
Dan ternyata aku lupa kalau tadi dia sempat
menghubungiku dan bertanya aku pulang kapan , lalu aku memberitahunya. Dan
sekarang dia malah mengejekku seperti anak SMP.
“oh iya lupa kak. Kakak kesini pake apa ? kakak naik
angkot ? kakak sendirian ?” tanyaku heran karena daritadi aku tak melihat dia
membawa teman ataupun kendaraan.
“oh engga aku sendiri. Aku bawa mobil itu mobilnya
aku parkir didepan sekolah kamu disebrangnya. Makanya aku tau kamu udah keluar.
Oh iya aku anter pulang ya sekalian aku mau ke mall yang deket rumah kamu.”
“aduh kak gak usah ngerepotin aku pulang sendiri
aja.” Jawabku. Jujur aku masih takut karena ini pertama kalinya aku di ajak
oleh seseorang yang usianya lebih tua bahkan sangat tua dariku. Aku takut ada
temanku yang melihat, aku takut disangka pacaran dengan mas-mas. Namun karena
dia memaksa terus dan aku takut ada teman yang melihat akhirnya aku terima
ajakannya.
Setelah sampai dirumah
aku masih tak percaya kenapa laki-laki dewasa seperti dia yang bisa di
kategorikan sebagai “mas-mas” kenapa bisa ingin mengenal aku bocah 16 tahun
yang baru kelas 1 SMA ? Dilihat dari fisik kenapa dia itu seperti lumayan tampan, matanya agak sipit,kulit yang bisa dibilang lumayan putih dan badan yang
tinggi serta berkacamata. Makanya tak salah kalau aku sebut dia seperti mas-mas
karena sesuai dengan penampilannya. Jangan-jangan dia punya niat jahat sama
aku. Ya Allah lindungi aku, aku takut. Ucapku dalam hati.
Setelah 3 bulan aku
mengenal MR.J entah kenapa aku jadi senang tiap kali dia menghubungiku dan aku
rasanya gelisah jika dia belum menghubungiku. Ya Allah sebetulnya aku ini
kenapa ? apa aku mulai menyukainya ? ya Allah itu tidak mungkin masa aku
menyukai laki-laki yang usianya jauh denganku. Walau aku tidak tahu pasti
berapa perbedaan usiaku dengan dia. Selama 3 bulan aku mengenal dia belum pernah
aku bertanya detail tentang dia, usia dia, dimana rumah dia, bekerja dimana
dia, dan lulusan perguruan tinggi mana
dia. Tapi entah mengapa sekarang aku mulai muncul rasa penasaran yang amat
sangat. “Kenapa aku ini ?” tanyaku dalam hati.
Dan tiba-tiba lamunanku
dibuyarkan oleh suara ponselku dan ternyata itu adalah pesan dari MR.J, lalu
aku pun to the point menanyakan semua pertanyaan yang selama ini tak pernah aku
tanyakan. Setelah aku cari tahu informasi dari MR.J itu ternyata dia membuatku
kaget lagi. Perbedaan usiaku dan dia ternyata bukan main, usiaku dan dia
terpaut 8 tahun. Usiaku masih 16 tahun dan dia sudah berusia 24 tahun.” Ya
Allah apa maksud dari semua ini ? sebetulnya dia siapa ?” dan akupun menanyakan
dia itu lulusan perguruan tinggi mana dan sarjana apa ? ternyata dia cukup baik
prestasinya, dia lulusan salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung dan dia
adalah seorang sarjana ekonomi dan rencananya dia akan melanjutkan S2 nya
memilih manajemen.
Setelah begitu lama
proses aku berkenalan dengan dia, ternyata tidak bisa dipungkiri lagi bahwa aku
memang telah menyukainya. Aku pun tak mengerti kenapa aku bisa menyukainya.
Padahal dari awal aku tidak tertarik sama sekali pada laki-laki yang usianya
lebih tua dariku apalagi sampai 8 tahun. Malam minggu itu aku tak bisa tidur,
tiba-tiba sekitar pukul 11 malam MR.J menelponku. Ditelepon itu kami asyik
bercanda tertawa bahkan saling ejek. Tapi tiba-tiba jadi saling diam, lalu dia
memulia bicara lagi dan kali ini yang dia sampaikan sangat serius. Dan aku pun
terbawa suasana menjadi serius.
“aku mau serius kali ini sama kamu. Ada yang ingin
aku sampaikan sejak lama sama kamu. Pertama kali aku liat kamu gak tau kenapa
aku tiba-tiba penasaran pingin kenal sama kamu. Dan setelah aku cerita sama
seseorang yang ternyata dia mengenal kamu dan tahu kamu, aku minta izin untuk
kenal sama kamu. Dan akhirnya dia izinin aku untuk mengenal kamu tapi dengan syarat
aku gak boleh kasih tau orangnya sama kamu. Dan sekarang aku bisa mengenal
kamu. Mungkin ini saatnya aku jujur sama kamu kalau sebenarnya aku punya rasa
lebih sama kamu. Aku suka sama kamu. Kamu mau kan jadian sama aku ?”
Lagi-lagi dia membuatku
kaget ! bahkan ini tak pernah ku duga sebelumnya kalau dia akan menyukaiku. Ya
Allah apa ini rencanamu ? jujur pada saat itu aku bingung. Antara senang karena
aku juga menyukainya dan di sisi lain aku ragu dan merasa belum yakin karena
dari usia saja sudah jelas dia sangat tua dariku. Dan dengan bismillah aku
yakinkan hati aku untuk memilih dia. Dan di hari itu aku dan dia resmi jadian.
Karena baru awal-awal jadian aku mulai berani bertanya banyak tentang dia
begitupun dengan dia. Dan aku pun sekarang tahu kenapa dia bisa menyukai aku.
Awalnya dia bilang
kalau aku ini perempuan yang apa adanya dalam segi penampilan lebih natural dan
jadi diri aku sendiri dan aku secara fisik ideal walaupun badan aku kecil tapi
aku tetap terlihat cantik kata dia. Awalnya dia hanya mengagumiku saja dan dia
kagum karena aku pandai menulis dan membuat puisi yang menurut dia tak semua
orang bisa menulis puisi termasuk dia tak bisa menulis puisi. Dan satu hal yang
tidak pernah aku tahu ternyata dia mempunyai sebuah show room mobil. Show room
itu milik ayahnya , tapi karena kini dia sudah lulus sarjana ayahnya
mempercayakan bisnis itu padanya. Karena ke asyikan berbincang tak terasa sudah
adzan isya dan aku pun mengakhiri obrolan itu di handphone dengan dia. Dan dia
malah mempersilahkan aku untuk sholat isya. Padahal aku juga sama-sama mengajak
dia sholat isya tapi dia malah mengakhiri panggilan. Ya sudah aku pun tak
mempedulikannya mungkin dia siap-siap untuk sholat. Setelah selesai sholat aku
menghubungi dia lebih dulu karena aku bilang aku mau belajar dahulu.
Dan aku
pun iseng bertanya “kakak udah sholatnya ?” tanyaku lewat telepon dan dia pun
menjawab sambil sedikit tertawa “aku gak mungkin sholat karena aku bukan
penganut muslim”
Apa ? aku tak salah dengar ? dia bukan muslim ? ya
Allah apa ini benar ?
“oh maaf aku kira kakak muslim. Maaf.”
Dengan santai dia menjawab “iya gak apa-apa” lalu
aku pun langsung mengakhiri panggilan. Aku masih tak percaya kalau dia tak satu
keyakinan. Aku antara marah,kecewa dan cinta menjadi satu. “kenapa bukan dari
awal aku tahu siapa kamu dan keyakinan kamu ? sekarang semuanya sudah
terlanjur, aku sudah cinta kepadanya ya Allah. Kalau orangtuaku sampai tahu hal
ini aku yakin pasti mereka marah besar. Karena dia tidak satu keyakinan dan
orangtuaku menentang itu.” Ucapku dalam hati.
Setelah aku tahu kalau
dia tidak satu keyakinan, aku jadi ragu untuk melanjutkan hubungan aku dengan
dia. Walau pada saat itu usiaku masih terbilang bocah 16 tahun, tapi aku tahu
kalau aku terus melanjutkan hubungan ini dengan dia aku yakin rasa cintaku padanya
akan semakin tambah besar. Oleh sebab itu aku harus bertindak. Dan pada hari
minggu aku bertemu dengan dia, dia mengajakku untuk makan siang bersama. Dan
aku terima ajakan dia dan aku pikir ini adalah momen yang pas untuk bicara.
Singkat cerita aku dan dia pun sudah ada disebuah tempat makan di dago. Setelah
selesai makan aku pun menjelaskan semuanya yang pada intinya kalau orangtuaku
pasti menentang kalau aku memiliki hubungan dengan laki-laki berbeda keyakinan.
Dia pun mengerti maksudku.
Dan dia bilang kalau nanti aku dan dia sampai
menikah dia mau masuk muslim. Tapi entah kenapa aku bukannya senang aku malah
ragu, aku ragu takut dia bohong. Ya Allah aku harus bagaimana ? apakah aku
harus mengorbankan cinta aku ? tapi aku sangat mencintainya ya Allah.
Selama menjalani
hubungan dengan dia, bisa dibilang hubungan aku dan dia terbilang baik. Namun
tetap saja ada yang mengganjal dihatiku karena aku mulai ragu untuk melanjutkan
hubungan dengan dia. Hingga pada suatu hari aku telah memliki keputusan yang aku
kira ini adalah keputusan yang paling tepat dan aku yakin ini adalah jawaban
dari Allah atas keraguanku selama ini. Aku pun memilih untuk mengakhiri
hubunganku dengan dia. Dia awalnya tidak mau putus denganku, dan dia pun
memohon padaku untuk tidak mengakhiri semuanya, dia begitu mencintaiku. Namun
keputusanku sudah bulat, aku harus segera mengakhiri hubunganku dengan dia
sebelum semuanya terlambat. Jika aku terus menjalin hubungan dengan dia, aku
takut rasa ini semakin jauh. Aku takut terlalu mencintainya. Dan aku takut ada
hal-hal yang tidak aku inginkan contohnya seperti aku tergoda oleh cinta dan
pada akhirnya aku tergoda mengikuti keyakinannya. Nauzubillah. Selain karena
perbedaan keyakinan, aku pun merasa belum siap punya pasangan yang usianya sangat
tua dariku. Bahkan dia itu lebih cocok sebagai kakakku, bukan sebagai
pasanganku.
Dan kini aku pun harus merelakan cintaku pergi
dan meninggalkan orang yang aku cintai demi sebuah keyakinanku dan aku tak
ingin orangtuaku tahu tentang ini. Karena selama aku menjalin hubungan dengan
dia, dia pernah menyinggung kalau dia ingin bertemu dengan orangtuaku. Lalu aku
tanya ada apa ingin bertemu dengan orangtuaku? Lalu dia bilang kalau dia hanya
ingin mengenal aku lebih jauh dan meminta izin kepada orantuaku untuk menjalin
hubungan dengannku. Tapi aku tak pernah mengizinkannya untuk kerumahku. Karena
aku tak ingin orangtuaku tahu hal ini. Kebersamaanku selama 1 bulan memiliki
hubungan khusus dengan dia, bisa dibilang aku dan dia jarang bertemu. Karena
dia sibuk dengan pekerjaannya. Tapi aku malah senang karena dia tidak memaksaku
untuk bertemu orangtuaku. Aku tahu mengapa dia begitu memaksaku untuk bertemu
orangtuaku, karena dia menanggap aku ini sudah dewasa.
Jadi dia pun ingin
menjalin hubungan layaknya seusia dia. Tapi aku justru tidak siap dengan
semua itu, karena tiap kali dia menelpon dia selalu membahas tunangan.
Padahalkan aku dan dia belum lama pacaran. Dan aku belum pernah terpikir
tentang itu. Dan setelah aku putus dengan dia, entah kenapa rasa cintaku begitu
cepat hilangnya. Mungkin kalau perempuan lain memiliki pasangan seperti MR.J
yang memiliki banyak kelebihan dan bisa dibilang sudah cukup lumayan dalam
kariernya, mungkin enggan untuk melepaskannya walau keyakinannya berbeda. Tapi
yang ada dibenakku saat itu adalah aku memikirkan kedepannya. Kalau aku terus
melanjutkan hubungan itu dengan dia, apakah dia bisa menjadi imamku yang baik ?
secara pendidikan memang sangat bagus, tapi secara keyakinan apa mungkin dia
menjadi imamku ? itu yang selama ini ada dihatiku begitu banyak keraguan
tentang dia. Bahkan sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa dia begitu
menginginkan aku yang masih bocah berusia 16 tahun ? padahal dia bisa saja
mencari pasangan yang seumuran dengan dia bukan anak kecil sepertiku. Setelah
aku putus dengan dia, setahun kemudian tepatnya ketika usiaku 3 bulan mau
menjelang 17 tahun dia mengabariku kalau dia akan segera menikah karena telah
memiliki tunangan.
Lega aku rasanya karena dia tak
mengejar-ngejarku lagi. Tapi 6 bulan kemudian dia bilang padaku kalau dia tidak
jadi menikah karena tunangannya itu ternyata selingkuh. Kasihan dia. Dia tiap
menghubungiku selalu memakai nomor pribadi saja karena dia bilang tidak ingin
aku tahu.
Itulah pengalaman pribadiku yang tak pernah ada orang
lain yang tahu.
Aku pernah menjalin hubungan dengan laki-laki yang usianya
lebih tua dariku dan dia berbeda keyakinan denganku. Ternyata sekarang aku tahu
jawabannya mengapa Allah mempertemukan aku dengan dia. Allah ingin menguji
imanku. Sampai dimana aku mempertahankan imanku.
Makanya Allah menjadikan dia
sebagai ujian untukku. Memberikan laki-laki yang sudah dewasa,sarjana bahkan
sudah cukup mapan dengan mempunyai usaha sendiri dalam pekerjaannya. Dan
alhamdulillah aku berhasil melewati ini semua. Aku tetap mempertahankan
keyakinanku dan aku lebih memilih merelakan cintaku pergi demi sebuah
keyakinanku. Aku tidak mau menjadikan cinta yang Allah beri untukku menjadi
cinta yang buta. Yang tergoda oleh harta dan jabatan. Dan bagiku ini cukup
menjadi pengalaman yang luar biasa.

Waw aku ga nyangka loh yen, ceritanya bagusss rameee {Y}
BalasHapusanonim : ALHAMDULILLAH
Hapus